Laman

Senin, 13 Desember 2010

Teknologi GSM (Global System for Mobile)

GSM adalah teknologi telekomunikasi seluler yang paling populer di Indonesia. Teknologi ini menjanjikan kapasitas yang relatif kecil dibandingkan dengan teknologi CDMA tetappi karena penetrasi pasar yang sudah jauh lebih besar daripada teknologi CDMA, maka teknologi GSM menjadi teknologi yang sangat sukses menyelenggarakan layanan telekomunikasi.
GSM – Global System for Mobile, mengalahkan CDMA – Code Division Multiple Access untuk sementara ini. Gaung WCDMA a.k.a. 3G yang mengusung teknologi CDMA di dalamnya pun masih simpang siur dan belum mampu menggeser GSM dalam percaturan dunia telekomunikasi Indonesia. Tampaknya, teknologi GSM sudah mengakar dan sangat perkasa untuk ditaklukkan.


Spesifikasi Teknis:
  • Uplink 890 MHz – 915 MHz
  • Downlink 935 MHz – 960 MHz
  • Duplex Spacing 45 MHz
  • Carrier Spacing 200 MHz
  • Modulasi GMSK
  • Metode Akses FDMA- TDMA

Alokasi Frekuensi untuk 3 Operator Terbesar:
  1. Indosat/Satelindo : 890 – 900 MHz (10MHz)
  2. Telkomsel : 900 – 907.5 MHz (7.5MHz)
  3. Excelcomindo : 907.5 – 915 MHz (7.5MHz)
 Alokasi untuk untuk Hutchison (3) ada di pita 1900MHz, sampai sekarang penulis belum tau di kanal berapa Huchison bekerja.
Dalam tiap operator GSM biasanya memiliki divisi Optimisasi yang bertugas untuk melakukan optimisasi jaringan GSM dengan cara mengatur pola frekuensi re-use dalam jaringan. Frekuensi re-use dalam GSM digunakan untuk menghindarkan interferensi dari dua BTS dengan frekuensi kerja yang sama. Dengan mekanisme frekuensi re-use maka interferensi bisa dihindari.
Dalam teknologi GSM, pengguna jasa yang sedang melakukan pembicaraan akan diberi alokasi 1 slot kanal untuk melakukan pembicaraan. Hal ini memungkinkan kita memiliki kanal sendiri saat sedang berbicara tanpa bisa diganggu oleh pengguna lain. Namun, dengan demikian maka jumlah kanal yang tersedia akan terbatas dan berakibat jumlah pembicaraan (user) yang mampu dilayani oleh suatu BTS akan berjumlah tertentu.
Namun demikian, dalam GSM antara pengguna satu dengan lainnya tidak saling menginterferensi seperti halnya dalam komunikasi CDMA. Hal ini memberikan hasil suara yang lebih jernih dan nyaman.








Sejarah dan Teknologi CDMA

 CDMA (code division multiple access) adalah teknologi akses jamak dimana masing-masing user menggunakan code yang unik dalam mengakses kanal yang terdapat dalam sistem.Pada CDMA, sinyal informasi pada transmitter dicoding dan disebar dengan bandwidth sebesar 1.25 MHz (spread spectrum), kemudian pada sisi repeater dilakukan decoding sehingga didapatkan sinyal informasi yang dibutuhkan. Para pakar teknologi telepon seluler sepakat bahwa kecanggihan CDMA jauh melebihi GSM yang sekarang ini banyak dipergunakan oleh operator telepon seluler di Indonesia. CDMA tarifnya akan jauh berada dibawah GSM karena biaya investasinya sangat murah.

Teknologi CDMA pada awalnya dipergunakan dalam komunikasi radio militer Amerika Serikat (AS), mulai tahun 1990 patennya diberikan kepada Qualcomm, Inc. dan dijadikan sebagai standar seluler digital di AS sejak tahun 1993. Oleh karena itu tidak heran jika teknologi ini sangat aman karena tidak dapat digandakan (dikloning). Sehingga teknologi ini sangat cocok bagi kegunaan layanan telepon banking, seperti transfer, cek saldo, dll. GSM yang didukung oleh negara-negara Eropa lebih cepat melejit jumlah pemakainya yang diseluruh dunia pada saat ini sudah mencapai lebih 700 juta. Sementara CDMA jumlah pelanggannya baru mencapai 120 juta. GSM dan CDMA dengan varian awalnya IS-95 A juga muncul pada saat yang bersamaan di awal tahun 90-an tergolong dalam teknologi ponsel generasi ke-2 (2G).

Beberapa keunggulan CDMA-2000 (1X) jika dibandingkan dengan GSM sebagai berikut :
  1. Sebagai teknologi militer CDMA sangat tahan terhadap gangguan cuaca dan interferensi, karenanya noise CDMA sangat rendah sehingga menghasilkan kualitas suara yang sangat baik. Bahkan dalam hujan yang sangat lebatpun kualitas suaranya masih dalam batas yang masih dapat ditoleransi.
  2. CDMA tidak dapat digandakan (dikloning) karena setiap pelanggan diberikan kode yang berbeda (unik). Kode-kode ini sangat sulit dilacak karena bersifat acak.
  3. Daya pancarnya yang sangat rendah (1/100 GSM) memungkinkan hand phone CDMA irit dalam mengonsumsi baterei, sehingga dapat beroperasi lebih lama untuk bicara maupun stand by.
  4. Kapasitas pelanggan per BTS CDMA dapat mencapai 6000 (10 kali GSM). Hal ini disebabkan CDMA lebih irit dalam pemakaian frekuensi. Semua BTS CDMA beroperasi pada frekuensi yang sama, sehingga tidak memerlukan penghitungan yang rumit dalam menyusun konfigu-rasinya. Besarnya kapasitas per BTS membuat biaya investasi yang dikeluarkan sangat rendah. Selain itu CDMA-2000 (1X) beroperasi pada spectrum frekuensi 800 MHz. Hal ini akan membuat luas coverage BTS-nya jauh lebih besar dari GSM. Sehingga hanya memerlukan lebih sedikit BTS untuk meng- cover luas yang sama jika dibandingkan dengan GSM.
  5. CDMA-2000 (1X) dapat me-ngirim data dengan kecepatan hingga 144 Kbps, sementara GSM 9,6 Kbps. Sehingga dapat mendukung layanan SMS, MMS, main game dan down load data melalui internet.

Control Version Sistem

h2. Cara Kerja VCS

Bayangkan VCS sebagai sebuah buku jurnal (jurnal dalam arti “buku yang mencatat peristiwa”) mengenai file-file kamu. Buku harian tersebut punya ciri-ciri seperti:
  • Setiap halaman mencatat isi dari file-file kamu pada detik tertentu. Tidak ada masalah jika file-file itu akan berubah di masa depan, yang penting adalah isi dari file yang sekarang sudah tercatat rapi.
  • Isi jurnal tidak dapat dihapus (kecuali kamu membuang bukunya, atau menggunakan cara-cara licik lainnya seperti merobek halaman). Hal ini berarti sekali suatu file tercatat dalam buku, isi file pada saat catatan ditulis masih dapat diakses walaupun file aslinya diubah atau hilang.
  • Buku tersebut bisa dibaca oleh banyak orang. Bahkan banyak orang menaruh buku hariannya di internet sehingga setiap orang bebas membaca jurnal file-file yang mereka buat.